Bicara mengenai software non original, pasti kita berurusan dengan file-file yang tak jarang dikategorikan sebagai virus oleh antivirus kesayangan kita. Tentunya itu akan mengganggu kinerja software yang akan kita gunakan. Solusinya, kita bisa membeli dengan resmi software tersebut, tapi kalo masih belum ada duit ya ... muehehe ... kita kasih aja folder installan/installer software yang bersangkutan ke exclusion/pengecualian di antivirus. Tujuannya biar software non ori ini nggak discan sama antivirus, tapi kalo ternyata isi software itu beneran malware ya resiko ditanggung masing-masing.
Oke, kalo gitu mulai dari cara mengexclude folder/file yang menggunakan antivirus Microsoft Security Essential ya. Ya, TU makenya ini makanya TU tulis yang ini dulu. TU cuma make antivirus MSE sama Smadav. Lainnya tetep TU bahas tapi kalo nggak jelas mohon maaf karena TU nggak install softwarenya langsung.
Microsoft Security EssentialBuka MSE antivirus, klik tab Setting, pada panel sebelah kiri klik Exclude Files and Locations.
Klik Browse dan cari folder yang akan dijadikan folder installasi atau folder installer (untuk yang filenya winrar/7gz belum diekstrak)
Setelah selesai klik Oke, maka path/alamat folder akan muncul di kotak file location, kemudian klik ADD.
Smadav
Sayang sekali fitur pengecualian folder/file ini tidak tersedia untuk versi free 😃 kita harus beli yang pro dulu untuk menggunakan fitur ini. Tapi tenang, TU jarang punya masalah sama Smadav dengan file yang biasanya diduga virus, dan juga kalau mau beli yang pro, cukup dengan membayar 30.000 atau 100.000 untuk 6 pc, murah bingit kan daripada harga antivirus lainnya?
Ya udah kalo gitu langsung kasih aja caranya. Dari halaman pertama Smadav, klik Manage > System Scanner > Manage > Add File > OK
Avira- Untuk yang install avira yang pro, dari halaman utama klik System Scanner, klik Configuration. Akan keluar peringatan "For this page expert mode is necessary. Do you want to activate expert mode now?" Klik "Yes"
Pada tab PC protection klik Scan > Exceptions. Tambahkan file/folder yang ingin dimasukkan. Klik "Apply". - Untuk Avira free, dari halaman Sytem Scanner, klik Configuration > PC Protection > System scanner > Scan and Configuration > PC Protection > Realtime protection > Scan respectively.
- Avira Firewall. Kalau dari situs ini sih, sebenarnya ini untuk solusi dari masalah firewall kalian-kalian yang install avira. Tapi kalo nggak ada masalah mungkin cara ini nggak perlu dilakukan.
Dari halaman pertama ketika membuka antivirus avira, klik Firewall > Configuration, pada tab sebelah kiri klik Internet Protection > Application Rules > Add application > Browse for other application. Cari folder C:\ProgramData\CivilGeo\Licensing (berarti ini untuk avira yang pro ya) pilih "License ServiceApp.exe", klik open.
Klik "Ask", ubah menjadi "Allow". Klik "Filtered", ubah menjadi "Privileged"
Avast
Dari halaman antivirus Avast kalian, klik Setting > General > Exclusion. Tambahkan file/folder yang ingin dimasukkan. Klik "Ok".
Sumber: getavast.net
AVG
Dari halaman antivirus AVG kalian, klik Option > Advanced Setting > Exceptions > Add Exception.
Pada menu drop down, pilih tipe file yang akan di masukkan ke pengecualian, bisa folder atau file.
Klik OK 2x untuk menyimpan detail exception dan menyimpan pengaturan.
Sumber: support.avg.com

ESET NOD32
Tekan F5 untuk menampilkan jendela Advanced Setup. Klik Antivirus and antispyware > Exclusions, kemudian klik "Add". Browse file yang akan dimasukkan, klik OK.
Sumber: support.eset.com

McAfee
Antivirus McAfee ini otomatis terinstall di komputer TU ketika pertama kali
install ulang. Mungkin diantara kalian ada yang nggak tau kalau ada
antivirus di komputer kalian seewaktu tiba-tiba file illegal kalian hilang begitu aja.
Caranya => Buka antivirus McAfee LiveSafe/Total Protection
Klik Virus and Spyware Protection > Real Time Scanning > Excluded Files > Turn On > tambahkan file > Done
Norton
Di komputer TU, antivirus ini samasaja seperti McAfee, langsung terinstall ketika komputer diinstall ulang.
- Dari halaman antivirus Norton kalian, klik Setting, di bawah Detailed Setting, klik
Scans and Risks > Exclusions / Low Risks > Items to Exclude from Auto-Protect > - Pengaturan firewall (entah dibutuhkan atau nggak, kalo masih ketangkep filenya, mungkin cara ini bisa dikerjakan).
Dari halaman antivirus Norton, klik Setting, di bawah Detailed Setting, klik Firewall. Pada tab Intrusion and Browser Protection, klik Download Intelligence > Off > Apply.
Pada kotak dialog Security Request, klik Select the duration, pilih durasi yang diinginkan, kemudian klik OK.
Sumber: support.norton.com
Kaspersky
Buka antivirus Kaspersky kalian, klik Setting > Additional > Threads and Exclusions > Configure Exclusion Rules > Tambahkan Folder/File > OK
Bitdefender
- Buka Bitdefender, klik panah kebawah yang menuju jendela Modules. Di bawah tab Protection, klik antivirus. Pada jendela antivirus klik tab Exclusion, nyalakan exclusion pada tombol samping kanan. Klik Excluded files and folder > add > browse file > ok. Klik Add, kemudian klik OK.
- Menambah pengaturan firewall
Protection > Firewall > Rules > Add rule > Browse applikasi > OK, pastikan pengaturan di bawah ini di-enable:- Pada Network type, klik Trusted, Home/Office, Public, Untrusted.
- Permission: Allow, klik OK
Sumber : bitdefender.com/support






13 Komentar
gue pake bitdefender ini, tau makenya aja.
tapi kalo dliat-liat dari semua tutor exclude di atas, kayanya tiap anti virus ada fitur ini ya?
sepertinya iya gan, kurang tau juga sih soalnya belum neliti antivirus lain
lengkap banget tutorialnya sist, kamu udah pernah nyobain semua antivirus ini sist? paling bagus yang mana?
iya, itu bagus mungkin aviranya, ane jg pernah pake tapi ga sreg terus pindah ke yg lain. kl udah diexclude udah diem ga muncul lg notifnya